Categories
Article

Antara Istri Dan Rumah Huni

Seperti saat Anda memilih istri dulu. Dipikir sudah pilihan tepat, ternyata lintah darat. Jangan coba-coba tidur di kamar sebelum shopping ke Mall. Mintanya diperlakukan seperti istri resmi, pantasnya tidak lebih seperti simpanan. Padahal dulu istri Anda tuh mau kentut aja, lari ke belakang rumah karena malu kedengaran suara dan jenis baunya. Makanya, cari istri jangan ditaksir tapi lakukan appraisal seperti perbandingan data pasar properti.

Begitu juga dengan memilih properti huni, berbeda dengan properti investasi. Properti investasi anda harus pikirkan lokasi sunrise, hasil sewa yang bisa membantu cicilan, dan perkiraan capital gain saat mau dijual nanti. Properti huni cukup anda pikirkan kenyamanan, luas tanah yang bisa untuk perluasan, yang penting Anda tidak beli di dalam hutan.

Anda ingin segera membeli rumah huni untuk isteri?

Jika penghasilan suami 5 koma alias tanggal 5 sudah koma, Anda beli rumah yang angsuran bulanannya tidak lebih besar dari 3 juta perbulan, tentunya istri Anda juga punya penghasilan, bukan pengangguran. Karena syarat KPR dari bank, 30% dari pengasilan Anda harus siap untuk bayar cicilan.

Tujuh tahun berlalu, anak sudah umur 6 tahun, Anda perlu perluasan dan renovasi. Carilah rumah huni yang luas tanahnya minimal 120 meter persegi. Ga apa dimulai dengan type 36 atau 48, yang penting kedepannya Anda bisa bergerak menari tiktok seperti film-film India, Kuch kuch ho ta hai.

Rumah layak huni itu punya ruang 9 meter persegi per orang. Jadi kalo keluarga dengan dua anak, ya 36 meter persegi minimum. Itupun ruangan interaksi dan kamar saja, tidak termasuk garasi dan dapur. Kira-kira idealnya, bangunan type 48. Anda bisa reques type itu seperti rumah di bawah ini.

Lokasi di Rona Pandau, cocok buat Anda yang sering keluar Kota. Karena tidak terlalu jauh dari Bandara. Ada dapur, lantai granit, toilet duduk, lengkap dengan garasi. Luas tanah 120 meter persegi, dan masih bisa melakukan perluasan dan renovasi.

Ingat, cinta suci memang gratis, tapi bercinta butuh rumah yang tenang. Akhirnya buah cinta yang lahir harus tersedia hunian yang layak.

‘Cinta, Oh cinta.’

One reply on “Antara Istri Dan Rumah Huni”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *