Categories
Article

Marketing Seksi Vs Si Bos Jahil

Marketing properti jika tidak mau dibikin kerdil oleh si bos, ya harus jago. Marketing yang cuma bisa dandan, ngetik iklan sambil pake lipstick kelaut aja. Cara bayar gaji anda ditawar habis-habisan, jarang closing, dan kerjaan cuma facebook dan WA sambil ngobrolin laki orang tanpa bisa bikin manfaat. Penghasilan minim, timbul niat buruk. Sering-sering masuk ruangan si Bos, curhat biaya hidup yang semakin meningkat.

Harusnya cari listing sebanyak mungkin, perbanyak networking anda. Karena yang penting anda tahu caranya. Jangan tiap hari baca brosur, ngafalin syarat kredit yang tidak terlalu penting. Sering-sering saja baca buku dan artikel agar wawasan anda semakin luas.

Sebab kalo mau kotor ya, sekalian aja sering-sering ngobrol ama si Bos, minta dibeliin makan siang meski belum ada punya buyer. Dua kali ngobrol, karena panas pindah ke ruang si Bos, lalu curhat tentang harga diri, harusnya tentang properti.

Obrolan ke tiga, Anda sudah bercanda lepas, Pertemuan ke empat bantuin si Bos potong kuku sambil bicara kasbon. Ke lima, si bos sadar bahwa ini kampret juga.

Sebelum keluar ruangan, Anda bisa tersenyum lepas. Si Bos bilang, “Dek, terus saja pasang iklan, ya, biar nanti dapat komisi. Tapi kalo masih melarat, nanti jadi istri keduaku saja.” Nyaho kan?

2 replies on “Marketing Seksi Vs Si Bos Jahil”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *