Categories
Article

Perbedaan Calon Orang Kaya Benar Dengan Calon Orang Kaya Badut

Anda harus memiliki tema, tujuan, maksud dalam hidup. Jika anda tidak tahu di mana sasaran, anda sama sekali tidak memiliki tujuan.

Kebiasaan calon orang kaya benar itu adalah bersilaturrahmi dan membaca buku. Dari membaca buku, anda belajar banyak hal yang tidak diketahui orang lain. Anda bisa belajar tentang sejarah, sifat manusia, gaya hidup, hingga budaya. Dan dalam dunia bisnis, itu semua akan membentuk karakter anda.

Sementara kebiasaan calon orang kaya badut, silaturrahmi dijadikan membaca situasi, situasi untuk menambah hutang tanpa perhitungan. Dalam berpartner hanya membela yang bayar, bukan partner yang benar. Tidak konsekwen dengan pilihan dan keputusan. Bila keputusan benar, mereka akan berkata benar. Bila salah, cari alasan mencari kesibukan lain, kesalahan itu biasanya ditimpakan pada orang lain.

Ini kebiasaan berpikir yang paling membedakan antara calon orang kaya benar dengan calon orang kayak badut. Ada sebuah perbedaan mendasar tentang apa yang mereka tiru. Calon orang kaya benar, meniru pengusaha sukses lainnya dari sisi pemikiran-pemikiran hebat yang diimplementasikan dalam langkah-langkah mereka dalam berbisnis. Sementara calon orang kaya badut malah sebaliknya, bertahan dengan cara yang mereka pikirkan karena sudah merasa benar atas kekeliruan yang mereka putuskan.

Dan kebiasaan orang kaya benar adalah mengalokasikan kekayaannya untuk berinvestasi di dunia properti. Seperti villa di Bukittinggi atau Payakumbuh. Lahan perkebunan di kawasan Palas. Perumahan dengan aksebilitas Bandara sekitar seperti daerah Simpang Tiga atau Pandau.

Perumahan Rona Pandau hanya dijual 100 juta, saat resesi/pandemi. Ke depannya bisa dijual dengan harga 150 jutaan, dan uangnya digunakan untuk membeli unit yang lainya. Jika anda bisa memutar uang properti dengan baik, satu hal yang memungkinkan kelak anda akan memiliki unit properti yang lebih besar seperti hotel di Pekanbaru.

Survey telah membuktikan bahwa 80% orang kaya Indonesia berupa aset properti.

Mereka tahu kapan waktu yang tepat membeli properti murah seperti resesi saat ini. Properti sedang turun, dan mereka tahu kapan mau menjual kembali ketika properti sudah booming. Mereka gonta ganti properti untuk menambah aset kekayaan. Berbeda dengan calon orang kaya badut, yang ketika miskin istri jadi sekretaris, tapi kalo sudah kaya, sekretaris jadi istri. Itu lagi, deh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *