Categories
Article

4 Hal Yang Menyebabkan Anda Tidak Punya Rumah Sampai Tua

Memiliki rumah selalu dianggap sebagai pintu gerbang menuju kebahagiaan, untuk bisa dianggap sebagai golongan masyarakat menengah ke atas. Kenapa demikian?

Seperti yang pernah saya ulas di artikel sebelumnya, bahwa tolak ukur kekayaan sesorang tidak lepas dari kepemilikan property, dan ujung penyelamat sesorang untuk memiliki uang lebih juga sebuah aset property.

Banyak keluarga telah menemukan kebahagian itu dengan berbagai macam cara, KPR Bank, kes atau bertahap ke developer, bahkan mengharap harta warisan. Tapi apa jadinya bagi anda yang hidup di perantauan di mana harta warisan yang tersedia hanya berupa sawah dan ladang di perkampungan?

Properti tidak sekedar rumah ataupun bangunan seperti hotel, ruko, rumah kos, melainkan termasuk aset kekayaan berupa tanah, dan aset pribadi yang lengkap dengan legalitasnya. Tapi tahukah anda, kenapa banyak masayarakat kita tidak memeliki aset kekayaan berupa properti, padahal mereka memiliki uang cukup dan didukung karir mentereng di luar sana?

Gagal BI Chekin

Hal yang perlu diperhatikan membeli rumah/properti di lembaga perbankan adalah adanya ketentuan berupa BI Checking. BI Checkin merupakan sebuah istilah dari output yang dihasilkan oleh System Informasi Debitur (SID), atau istilah gampangnya nama anda baik diperbankan atau tidak? Termasuk di dalamnya hutang uang, hutang motor, hutang HP, kecuali hutang lintenir. Jika ada pihak developer menawarkan KPR tampa BI Checkin, perlu dipertanyakan integritasnya. Sudah dipastikan ada kongkalingkong antara pihak developer dengan pihak bank, alias coba-coba dan besar kemungkinan anda gagal melanjutkan KPR.

Tidak Cukup Uang Beli Kes/Bertahap ke Developer

Dunia KPR properti juga tidak berpihak kepada kaum uzur. Karena ketika meninggal dunia, hutang anda dianggap lunas. Hal ini yang menyebabkan pihak bank pilih-pilih usia dalam mencairkan dana KPR ke developer. Usia yang tepat memeliki property secara KPR adalah dikisaran usia 21 sampai 40 tahun. Tapi kembali lagi BI Chekin anda baik atau tidak?

Jika tidak, anda akan dihadapkan dengan pilihan kedua, yaitu membeli secara kes atau kes bertahap ke developer. Bedanya hutang ke bank akan lunas jika anda meninggal dunia, sementara hutang ke developer ahli waris wajib melanjutkan jika anda meninggal dunia dalam perjalanan mencicil.

Jika anda memiliki keuangan yang cukup, silakan lakukan dengan cara kes atau bertahap. Karena hakikatnya transaksi secara kes atau bertahap lebih baik, lantaran tampa bunga atau jauh dari Riba.

Akan tetapi tidak semua developer bisa memberi solusi terbaik kepada anda yang ingin memiliki property secara bertahap. Misal rumah type 40 harga kes 180 juta, kes bertahap berubah jadi 250 juta dalam tempo 2 tahun, dan diawal transaksi anda diwajibkan menyerahkan sejumlah uang minimal 50% dari harga (125 juta sebagai uang muka) ini angka yang cukup menyulitkan jika dibandingkan dengan angka KPR yang bisa minimal 5% sampai 10% dari harga.

Salah satu atau mungkin satu-satunya developer di Pekanbaru yang bisa memberi harga kes sama dengan harga kes bertahap adalah Developer Perumahan Rona Pandau Permai. Mereka menjual harga kes rumah type 40 dengan harga 140 juta, bertahap tempo 2 tahun juga dengan harga 140 juta, dan uang muka 50 juta juga bisa dicicil mengikuti progress pembangunan.

 Mindset Buruk

Minsdset buruk ini muncul ketika anda melakukan survey lokasi. Anda melihat iklan atau promosi perumahan di salah satu media begitu menarik, tapi ketika sampai melakukan cross chek lokasi jauh dari harapan anda: ”baru ada rumah contoh, proyek masih berantakan, tak jelas kapan bangun,” macam-macam terlintas di benak anda. Di sini saya mau meluruskan pola pikir anda yang salah tapi tetap dalam kolidor berhati-hati dalam memilih proyek properti.

Baru ada rumah contoh?

Jika legalitas proyek sudah jelas, IMB, IP, dan PKS Bank sudah ada, silakan anda lakukan transaksi jika cocok dengan lokasi yang anda cari. Karena hakikatnya proyek pembangunan 1 ha akan memakan waktu 6 bulan sampai 1 tahun setelah legalitas proyek itu dilengkap. Pihak Developer juga mau proyeknya cepat selesai, karena terikat perjanjian dengan pemilik tanah dan juga terikat Perjanjian Kerjasama dengan Bank dalam hal pembangunan.

Proyek Masih Berantakan dan Tak Jelas Kapan Bangun?

Ini merupakan kelemahan developer daerah bila dibandingkan dengan developer profesional semacam Ciputra, Agung podomoro, Modernland dan lain sebagainya.

Developer daerah lebih mengejar rumah contoh dibandingkan menata lingkungan, sementara developer yang punya nama besar di atas lebih dulu menata lingkungan proyek untuk dijadikan bahan promosi.

Akan tetapi jika anda merasa cocok dengan lokasi dan anggaran keuangan yang anda punya, cukup pertanyakan legalitas yang dimaksud tadi (IMB, IP, PKS Bank), kembali lagi, hakikatnya pembangunan 1 ha proyek di Pekanbaru memakan waktu 6 bulan sampai 1 tahun (Belum termasuk menata lingkungan).

Dan karena anda tidak bisa mengelola mindset buruk tadi, akhirnya anda urungkan niat membeli property baru, dan beralih ke peroperti lama alias over kredit. Sampai di Notaris mindset buruk anda muncul lagi, “Kenapa surat masih atas nama yang lama?” Kapan Bisa berubah atas nama saya?” Padahal segala urusan Akta dan surat menyurat merupakan beban dan tanggung jawab Notaris sesuai hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Tidak Punya Harta Warisan

Mungkin penyebab terakhir anda tidak memiliki property adalah karena anda tidak memiliki harta warisan dari orang tua. Jika anda sudah tahu bahwa tidak akan memiliki harta warisan, maka pandai-pandailah mencari pasangan yang punya harta warisan banyak, karena dengan demikian sudah pasti anda akan keciptratan hartanya.

Tapi bagiamana jika semua cara itu masih gagal?

Gampang Bro. Saat muda rajinlah investasi properti, jangan tunggu untuk beli, tapi beli lalu tunggu. Saat tua anda bisa hidup tenang, ya hanya diam. Mancing dan duduk di kursi goyang, minta dipijitin kaki asam urat sama cucu kesayangan, sambil cerita masa lalu dengan neneknya yang pernah digerebek Salpol PP di karaoke remang-remang.

One reply on “4 Hal Yang Menyebabkan Anda Tidak Punya Rumah Sampai Tua”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *